Jangan Bingung Naik Transjakarta, Berikut Ini Tipsnya

Diposting pada

Tahun lalu, kami pernah mengulas tentang tips nyaman menggunakan bus Transjakarta khusus bagi para pelancong luar kota. Namun kini, tentu tips tersebut tak semuanya relevan diterapkan. Mengingat telah terjadi beberapa kali perubahan dalam managemen Transjakarta itu sendiri, serta beberapa regulasi baru dari perhubungan DKI.

Nah, apa dan bagaimana tips menaiki bus Transjakarta dengan aman dan nyaman? Mari simak bersama.

Gunakan Tiket Elektronik

E-Ticket Transjakarta

Penggunaan tiket elektronik untuk menggunakan layanan bus Transjakarta telah berlaku sejak lebih dari setahun yang lalu. Kini, seluruh koridor Transjakarta telah menggunakan sistem E-ticket / tiket elektronik dan tidak lagi melayani pembelian tiket ecer / cash.

Kartu dari sejumlah bank dapat anda gunakan sebagai tiket elektronik ini, di antaranya : kartu BCA Flash, Mandiri E-Money (termasuk juga kartu Indomaret Card atau E-Toll Card), BRI Brizzi, JakCard dari Bank DKI, serta BNI TapCash. Untuk pembelian kartu perdana dapat anda lakukan di cabang Bank yang bersangkutan atau membeli langsung di halte Transjakarta seharga Rp 20.000 (belum termasuk saldo). Sedangkan untuk pengisian ulang saldo, dapat dilakukan langsung di halte.

Bedakan Bus Transjakarta dengan APTB

Bus APTB Transjakarta
Bus APTB. image: Tribunnews

Jika anda baru pertama kali menggunakan Bus Transjakarta, bisa jadi anda akan kebingungan karena ada beberapa jenis bus yang melintas di jalur busway. Salah satunya adalah APTB. Banyak pengguna baru yang terkecoh menggunakan bus APTB yang sering dikira sebagai busway Transjakarta. Padahal bus APTB adalah bus yang memiliki trayek dan tarif tersendiri. Jadi misal anda akan menaiki bus APTB dengan jurusan Kota – Ciputat misalnya, anda akan dimintai ongkos saat berada di dalam mobil meskipun anda telah membayar Rp 3.500 menggunakan E-Ticket di halte Transjakarta.

BACA JUGA :   Tips Sebelum Menyewa Bus Pariwisata Untuk Keperluan Liburan Anda

Jadi, pastikan anda tidak tertukar dan salah naik, apalagi salah jurusan :). Jangan sampai anda membayar dua kali untuk jurusan yang salah.

Gunakan Bus Feeder untuk menjangkau daerah di luar Koridor

Bus Feeder Transjakarta Kopaja
Bus Feeder – img credit : beritajakarta

Mulai akhir tahun 2015, Transjakarta memperkenalkan bus ukuran kecil dengan sebutan Bus Feeder. Bus ini sejatinya adalah bus Kopaja yang terintegrasi dengan Transjakarta. Berbeda dengan APTB, untuk menumpang di bus feeder anda tidak akan dikenakan biaya atau ongkos tambahan. Anda cukup membayar Rp 3.500 menggunakan E-Ticket saat memasuki halte Transjakarta.

Apa bedanya feeder dengan bus transjakarta biasa? Bus feeder merupakan perpanjangan layanan dari Transjakarta untuk menjangkau wilayah di mana tidak ada koridor Transjakarta di daerah tersebut. Berbeda dengan APTB, bus feeder ini hanya menjangkau daerah-daerah di wilayah DKI Jakarta saja.

Jangan Berdesakan, dan jaga barang bawaan

Berdesak-desakan di Busway
Berdesakan di Halte Busway.  image: republika

Ini merupakan tips lama. Tak hanya saat menaiki Transjakarta, tidak berdesakan dan menjaga barang bawaan denga baik adalah kunci aman menaiki moda transportasi publik manapun.

Catat Jam Berangkat

Membiasakan diri mencatat jam berangkat, dan menghitung berapa lama perjalanan anda menggunakan transportasi umum (termasuk Transjakarta) akan membuat anda semakin pandai me-manage waktu di kemudian hari saat hendak bepergian.

Akhyar – saranwisata

Gambar Gravatar
Redaksi saranwisata, menyajikan data tempat wisata populer di Indonesia. Jadikan kami referensi untuk liburan kamu !

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *